Hal yang sebenarnya adalah bahwa ruh
serta hakikat sejati daripada islam yakni (islam) memberikan kepada manusia
anugerah berdialog dan bercakap-cakap dengan Allah Ta'ala. Dia telah
menjanjikan bahwa dari langit dapat diperoleh anugerah-anugerah serta
kemuliaan-kemuliaan.
Apabila manusia mencapai derajat dan
kedudukan itu, maka mengenainya dikatakan:
"Ulaaika alaa huadammirrobbihim
wa ulaaika humul muflihuun”
(Q.S. Al-Baqarah
ayat 6 dengan bismillah)
Yakni, inilah
orang-orang yang meraih kemajuan sempurna kamil lalu telah mendapatkan
hidayah dari Rabb mereka, dan inilah orang-orang
yang telah memperoleh najat (keselamatan). (Malfuzat
vol. 8, hal. 322)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar