Sabtu, 19 Januari 2013

TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA HANYA DAPAT DIRAIH MELALUI ISLAM

Sebuah perkara lain yang patut di perhatikan ialah bahwa keistimewaan yang sangat besar di dalam islam adalah tujuan manusia di ciptakan. Ia tidak akan dapat memperoleh sesuatu di dunia ini selain melalui islam.

Apakah itu?... Yaitu, kecintaan terhadap Allah Ta’ala dan menjadi berkembang sehingga makrifat tentang-Nya menjadi meningkat --- yangmana melalui itu manusia melakukan ibadah kepada-Nya dengan suatu kesukaan, kerelaan dan kecenderungan yang sempurna (kamil).

Akan tetapi tujuan ini, sampai kapanpun tidak akan dapat terpenuhi selama ajaran dan hidayah tidak sempurna (kamil); kemudian bukti daripada hasil-hasil dan buah-buah akibat mengamalkan ajaran serta hidayah tersebut, yaitu: bukti yang dengan melihat-Nya dapat diketahui “bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa”. (Malfuzat vol. 7, hal. 426)

ISLAM SATU-SATUNYA JALAN

Sebagian orang yang berfitrat lemah berpendapat bahwa yang ada memang ibadah kepada Allah Ta’ala,tidak perduli di dalam agama manapun. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa sekian banyak agama yang ada pada masa kini, diantaranya tidak ada satupun agama selain islam yang bersih dari kesalahan-kesalahan di bidang akidah dan amal.

Tuhan Yang Hakiki dan Yang Maha Hidup --- dengan cara kembali kepada-Nya lah manusia meraih cahaya dan kebahagiaan sejati; yang dengan menjalin hubungan dengan-Nya lah manusia dapat lepas dari kehidupannya yang bergelimangan dosa --- tidak akan dapat di temukan selain di dalam islam. (Malfuzat vol. 7, hal. 422)

TIGA INTI AGAMA & ISLAMLAH YANG MEMILIKINYA

Hanya islamlah suatu agama yang dapat berhasil di setiap arena. Sebab, agama ini memiliki tiga bagian, yakni: Pertama; pengenalan terhadap Tuhan. Kedua; hubungan dengan sesama Makhluk. Ketiga; antara hak-hak-Nya dan hak-hak diri kita sendiri.

Sedemikian banyak agama-agama yang ada pada saat ini, selain islam yang kita tampilkan, kesemuanya itu telah melampaui batas. Nah, hanya islamlah yang akan berhasil. (Malfuzat vol. 3, hal. 312)

HAKIKAT & RUH ISLAM

Hal yang sebenarnya adalah bahwa ruh serta hakikat sejati daripada islam yakni (islam) memberikan kepada manusia anugerah berdialog dan bercakap-cakap dengan Allah Ta'ala. Dia telah menjanjikan bahwa dari langit dapat diperoleh anugerah-anugerah serta kemuliaan-kemuliaan.

Apabila manusia mencapai derajat dan kedudukan itu, maka mengenainya dikatakan:

"Ulaaika alaa huadammirrobbihim wa ulaaika humul muflihuun”
 (Q.S. Al-Baqarah ayat 6 dengan bismillah)

Yakni, inilah orang-orang yang meraih kemajuan sempurna kamil lalu telah mendapatkan hidayah dari Rabb mereka, dan inilah orang-orang yang telah memperoleh najat (keselamatan). (Malfuzat vol. 8, hal. 322)

TANDA KEBENARAN SEBUAH AGAMA

Sebuah tanda besar akan kebenaran sebuah agama adalah bahwa melalui jalan itu (orang) yang jauh menjadi dekat dengan Allah Ta'ala. Seberapa banyak dia melakukan amal-amal saleh, sebanyak itu pula kegelapan akan menjauh lalu makrifat dan nur akan datang. 

Dan manusia merasakan sendiri bahwasanya dia telah menempuh sebuah jalan keselamatan (najat) yang pasti. Petunjuk-petunjuk (agama) itu sedemikian rupa jelas dan nyata sehingga manusia tidak akan terhalangi dalam mempercayai dan mengamalkannya. (Malfuzat vol. 7, hal. 424-425)